Mahasiswa Gorontalo Usai Melakukan Jumpa Pers, Berikut 5 Pernyataan Sikap
GORONTALO_AKURATPAPUA.COM --puluhan mahasiswa/i Puncak Papua di Gorontalo, kembali melalukukan jumpa pers yang berlangsung di asrama mahasiswa puncak Papua di Gorontalo. pada tanggal 07 Mei 2021. Hal itu dilakukan puluhan mahasiswa asal daerah setelah masyarakat sipil mengungsi kemana mana akibat operasi militer sedang berlangsung di puncak Papua.
Sibilok Tabuni selaku ketua perkumpulan masiswa Puncak Papua, saat di wawancarai awak media akuratpapua, iya pun menyatakan degan tegas kepada pemerintah Indonesia, dan lebih khusunya pemerintah Puncak Papua. "segera Mengamankan masyarakat sipil yang sedang mengungsi ke hutan, kemudian masyarakat pun masih belom menjalankan aktivitas mereka seperti berkebun, mencari kayu bakar dan aktivitas lainya.
Keadaan ini sagat berdampak sekali kepada kami mahasiswa, dan sampai sahat ini Kemi kehilangan kontak dengan orang tua kami di Papua, dan hal tersebut membuat Kami tidak bisa hidup di rantauan, dalam hal, kami yang hidup tergantung kepada pegasilan orang tua," katanya," lanjut Tabuni.
Sibilok pun, menegaskan kembali kepada seluruh lembaga yang berada di puncak Papua. "segera mengamankan masyarakat sipil yang sedang lari ke hutan karena ulah TNI/POLRI," tagasnya,
Lanjud. Iya pun mendagapi soal pelabelan teroris terhadap TPNPB, "pemerintah Indonesia harus kaji ulang kembali atau cabut kembali pelabelan teroris terhadap TPNPB. karena TPNPB adalah tentara nasional Papua barat, mereka berjuang untuk kemerdekaan papua. Ujarnya sahat di wawancarai.
Sibilok tabuni, berharap aktivitas masyarakat sipil bisa kembali seperti semula.
peryataan sikap mahasiswa/i Puncak Papua di Gorontalo sebagai berikut:
1. Hapus dan tinjau kembali pelabelan Teroris terhadap TPN-PB OPM
2. Tarik militer non organik maupun organik di Puncak Papua, Intan Jaya, Nduga dan seluruh tanah Papua
3. Hentikan operasi militer di Puncak Papua, Intan Jaya, Nduga dan seluruh tanah Papua.
4. KOMNAS HAM segera menyediliki dampak operasi militer yang pengungsian besar-besaran di Puncak Papua, Dugama dan Intan Jaya.
5. Tolak Daerah Otonomi Baru DOB, dan Otonomi Khusus.
Penulis: Hengki Boma
Editor: (JT)
Komentar
Posting Komentar